Thursday, 30 July 2009

Pasha "Ungu" Dilaporkan ke Polisi

Vokalis grup band Ungu, Pasha, dilaporkan Okie Agustina sang mantan istri ke Kepolisian Resor Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/7). Pasha dilaporkan karena dianggap menganiaya Okie. Pertikaian antara keduanya diduga terjadi akibat perebutan anak. Wanita yang sempat mengenakan jilbab ini mengaku mengalami luka di wajah dan tubuhnya. Hingga kini proses pemeriksaan masih berlangsung.

Setelah enam tahun menikah, Pasha dan Okie resmi bercerai pada 20 Januari lalu. Sebelumnya, Okie menggugat cerai pria bernama asli Sigit Purnomo itu saat sedang hamil lima bulan. Pascaperceraian, kedua anak pasangan ini yaitu Keyza Alvaro Putra Sigit dan Syakina Azalea Putri Natasya kemudian diasuh oleh Okie. Anak ketiga mereka, Nasha Anaya Putri Valentina Pasha lahir setelah pasangan ini resmi bercerai. Kelahiran Nasha pada Februari lalu sempat membuat Pasha dan Okie dekat kembali, sebelum kemudian tersiar kabar kasus dugaan penganiayaan ini.


Sumber : liputan6.com

Read more...

Polri Temukan Titik Terang Pelaku Teror Bom Jakarta

Jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sudah menemukan titik terang mengenai pelaku teroris di Hotel JW Marriott dan Rizt Carlton Jakarta yang terjadi 17 Juli lalu.

Kadiv Humas Polri Irjen Nanan Soekarna mengungkapkan, sudah ada perkembangan bagus di lapangan mengenai penangkapan pelaku teroris di Hotel JW Marriot dan Rizt Carlton Jakarta itu.

"Sudah ada perkembangan bagus di lapangan," kata Nanan saat ditemui wartawan dalam seminar tentang Memahami Pemolisian Menuju Profesionalisme Polri di Sespim Polri Lembang Kabupaten Bandung Barat, Jabar, Rabu (29/7).

Untuk perkembanganya seperti apa, Nanan enggan memberikan komentar kepada wartawan. Malah, Nanan meminta doa kepada masyarakat agar teroris tersebut cepat terungkap.

"Ada perkembangan bagus di lapangan, mohon doanya saja agar bisa di ungkap," ujarnya.

Seperti dikabarkan sebelumnya, mengenai jaringan teroris masuk ke wilayah Kuningan Jawa Barat, pihak Polri sudah melacak daerah tersebut.

"Semua daerah Indonesia sudah dilacak dan sudah ada kabar bagus mengenai hal ini," singkat Nanan kepada wartawan.

Sementara itu dalam konfrensi pers seminar tersebut, Kadiv Binkum Irjen Aryanto Sutadi, mengatakan salut dengan negara indonesia sudah bisa mencegah teror.

"Untuk ukuran dunia, Indonesia sangat baik dalam pencegahan teror. Apabila dibandingkan di negara lain teroris di dunia sudah di hukum mati," ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh teroris.

Menurutnya, semakin gencar media memberitakan tentang teroris, masyarakat jangan semakin takut karena teroris.

"Semakin gencar media, membuat teroris semakin bahagia, karena dengan pemberitaan membuat masyarakat menjadi takut," ujarnya.


Sumber : antaranews.com

Read more...

Rumah Maruto Diduga Anggota Noordin M Top Sering Didatangi

Sejumlah warga Desa Pakisan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengakui polisi sering mendatangi rumah Maruto Jati Sulistyo yang diduga sebagai anggota jaringan teroris Noordin M Top.

"Namun, sampai saat ini kami tidak mengetahui maksud kedatangan polisi tersebut ke rumah Maruto yang merupakan salah satu warga daerah ini," kata Ketua RW setempat, Eko Budi Santosa di Klaten, Sabtu.

Dia mengatakan, petugas polisi yang dimaksud kemungkinan adalah petugas dari tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.

"Sejak Maruto diduga sebagai anggota jaringan teroris Noordin M Top yang bertugas merekrut pelaku bom bunuh diri, suasana di daerah ini terlihat berbeda karena polisi sering mendatangi daerah ini," katanya.

Mengenai keterlibatan salah seorang warganya pada jaringan teroris tersebut, dia mengatakan, warga desa tidak menyangka karena Maruto dikenal tetangga selama ini berperilaku sopan dan tidak sombong.

Berbeda dengan anggota keluarga yang lain, lanjutnya, Suyono dan Sri Mulyani, yang merupakan orang tua Maruto cenderung tertutup dan jarang bergaul dengan warga lainnya.

Hal itulah, kata Eko, yang membuat para warga tidak menyangka keterlibatan Maruto pada sejumlah kasus terorisme di Indonesia.

"Akan tetapi, yang terlihat berbeda pada Maruto adalah dia dikenal sebagai sosok yang misterius karena kedatangannya di desa ini sering tidak menentu. Warga terakhir melihat Maruto pada 2003 setelah dia menikah," katanya.

Selain tinggal di Klaten, Maruto juga terdaftar sebagai warga RT 04 RW 06, Dusun Gedangan, Boja, Kabupaten Kendal.

"Sampai saat ini kami juga tidak mengetahui keberadaan Maruto. Keterangan dari pihak keluarga juga tidak pernah kami dapatkan karena tertutupnya keluarga Maruto," kata Eko Budi Santosa.

Senada dengan itu, seorang warga yang merupakan teman masa kecil Maruto, Maryanto mengatakan, kedatangan petugas kepolisian ke rumah tersebut seirng dilakukan.

"Paling tidak setiap dua minggu sekali ada petugas yang datang ke rumah tersebut. Karena seringnya kedatangan polisi di daerah ini, warga sudah terbiasa," katanya.

Akan tetapi, lanjutnya, para warga ikut prihatin terhadap kejadian yang menimpa keluarga Suyono.

Mengenai kesan masyarakat terhadap keluarga Suyono, dia mengatakan, keluarga tersebut termasuk sebagai keluarga yang terpandang.

"Suyono yang merupakan mantan Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Semarang pulang ke daerah ini setelah memasuki masa pensiun. Setelah dia kembali menjadi warga di daerah ini, dia menjabat sebagai anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Pakisan," kata Maryanto.


Sumber : antaranews.com

Read more...

Wednesday, 29 July 2009

Pengakuan Michael Jackson Ketika Dihipnotis

Kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dihadapi Michael Jackson memang secara hukum tidak terbukti namun kebenaran kejadian ini memang tak ada yang pernah tahu, kecuali Michael sendiri tentunya. Uri Geller, sebagai teman baik Michael, mengaku pernah mendapat pengakuan jujur Michael saat berada dalam kondisi terhipnotis.

Sebagai seorang psychic, Uri Geller jelas mampu menghipnotis orang dan itulah yang ia lakukan terhadap Michael sekitar tahun 1990-an. Teman baik Michael ini mengaku pernah diminta Michael untuk menghipnotis dirinya agar ia bisa sembuh dari penyakit bulimia yang ia derita.

"Michael sempat berkata, 'Anda bisa membuat saya sehat?.' Saya menjawab, 'Boleh saya menghipnotis Anda?' dan saya menghipnotis dia. Saya lantas bertanya, 'Michael, Anda pernah menyentuh anak kecil dengan cara yang tidak seharusnya?' dan Michael menjawab, 'Tidak, saya tidak akan pernah melakukan itu.' Saya lalu menanyakan, 'Kenapa Anda membayar Jordy Chander?' dan dia menjawab, 'Saya sudah bosan. Saya tak sanggup lagi menghadapi itu semua.'," ungkap Uri seperti diberitakan ContactMusic.

Uri sengaja melakukan itu karena ia penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Michael. Ia sebenarnya tak percaya Michael sanggup melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur namun saat Michael memilih menyelesaikan kasus Jordy Chander tanpa melalui jalur hukum, rasa penasaran menghantui Uri. Uri tak pernah menceritakan itu pada siapapun termasuk Michael. Hingga hari kematiannya, Michael tak pernah tahu bahwa ia sempat membuat pengakuan jujur pada sahabatnya ini.


Sumber : kapanlagi.com

Read more...

Daisy Fajarina Gelapkan Uang Rp1 M!

Karena akhir-akhir ini sosok Daisy Fajarina terus muncul di TV dan seakan-akan menjadi panutan, serta tampil bak selebritis, akhirnya Cahyo Laksono alias Soni memutuskan ini sebagai waktu yang tepat untuk melaporkan ibu Manohara Odelia Pinot itu ke Polisi. Pasalnya, Soni merasa dirugikan karena Daisy telah melakukan penipuan dan penggelapan uangnya.

"Mudah-mudahan sekarang dia uangnya sudah banyak, jadi kembalikan saja uangnya Soni itu," tutur Fredik J Pinakurany, pengacara Soni, saat dihubungi KapanLagi.com by phone, Selasa (28/07) kemarin.

Latar belakang pelaporan itu sendiri berawal dari kerja sama Soni yang seorang pengusaha butik di Jaksel dengan Daisy untuk berbisnis tas perempuan. Tas bermerek Ernest dan Louis Vuitton itu amat mahal, mencapai harga Rp50 - Rp100 juta satu buahnya.

Tahun 2003, Soni mengirim uang pada Daisy yang saat itu masih berada di Perancis. Namun, hingga saat ini, tas yang dijanjikan tidak pernah dikirimkan. Jika ditotal, kerugian Soni mencapai Rp1 miliar karena uang yang dikirimnya dalam bentuk dolar Amerika dan giro.

"Sebenarnya pada tahun 2003-2004 karena dia belum dibayar dia (Soni -red) masih semangat minta. Dia telepon, dia datang ke Perancis, ke rumahnya Daisy. Waktu di Perancis itu dia kan sama Soleha. Nah, Soleha bilang pada waktu itu kalau Soni datang dia disuruh bilang Daisy nggak ada di rumah. Nah, itu suatu bukti kan," tambah Fredik.

Ditambahkannya jika sebelum melapor ke Polda Metro Jaya tanggal 19 Juli lalu, Soni sudah berulang kali berusaha meminta uangnya. "Daisy selalu ngelak terus. Kalau Soni minta banyak alasan. Belum ada uang, atau tas yang dipesan belum ada di produk. Jadi, ya bosanlah Soni. Akhirnya lapor ke Polisi," ungkapnya.

"Ini pasal 378 junto 372 (penipuan dan penggelapan) dengan ancaman hukuman 5 tahun," jawab Fredik saat ditanya tentang pasal yang mengancam Daisy


Sumber :id.news.yahoo.com

Read more...

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP